Enjoyaja’s Weblog

Entries categorized as ‘luar negeri tidak jadi jaminan’

promosi indonesia di luar negeri

Oktober 22, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

anda tinggal di Indonesia . Pernahkah anda bangga sebagai warga negara Indonesia ?  atau jangan jangan anda merasa lebih keren tinggal di luar  negeri.  Kuliah ke luar negeri adalah sebuah upaya untuk hidup lebih baik tapi Indonesia tetap merupakan tanah air anda .  Benar nga ya ?  Ini adalah iklan promosi di luar negeri  untuk mengundang investor menanamkan modal di Indonesia.   Silahkan tonton . Enjoy aja !

Kategori: luar negeri tidak jadi jaminan
Ditandai: , , ,

institusi pendidikan yang bangkrut dan tutup di australia

September 29, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

kuliah di australia tidak hanya membuat orang tua anda atau anda sendiri bangkrut karena saat ini kurs  AUD sudah hampir sama dengan kurs US sehingga sangat mahal sekali jika dibandingkan dengan kuliah di Amerika  karena biaya kuliah hampir sama tapi kualitas beda .  Eh, tahu tahunya college / institusi pendidikan tempat anda kuliah bangkrut dan tutup – itu namanya bukan celaka dua belas lagi tapi benar benar sial .   Ini cuplikan berita tentang institusi pendidikan yang bangkrut dan tutup di Australia .  Hati hati kalau mau kuliah ke australia. bersikap kritis adalah hal terbaik sebelum kuliah di australia .

Cuplikan berita :

STUDENTS have been dealt a major blow after a Sydney college went into administration last night.

Dire financial problems forced Sterling College, which runs several campuses in the city to close.

More than 500 students have had their courses halted and face the loss of thousands of dollars in fees. All 35 college staff have been sacked.

“Late on Monday afternoon Dr Dharmappa Hagare, the sole director of Sterling College Pty Ltd, which operates the group’s Sydney training facilities, made a decision to appoint Quentin Olde and Matt Adams of Corporate Recovery Specialists, Taylor Woodings, as voluntary administrators,” the administrator said.

Interactive ARE you affected by the closure? Tell us below.

Taylor Woodings said the college’s Brisbane campuses, part-owned by Dr Hagare, would remain open for the time being.

The Sydney campuses specialised in teaching IT, language and hospitality courses.

“Students have unfortunately been severely impacted by the failure of Sterling College and have had not only their education process suddenly halted, they also face the prospect of a financial loss as most of their tuition fees have been paid in advance,” Taylor Woodings said.

“The administrators advise they had no alternative but to cease trading of the Sydney campuses of the college immediately as the financial position of the company was dire.

“There are insufficient funds to meet the costs necessary to operate the business including the salaries of its employees.

“Regrettably there are few options available to continue to trade on a business and develop restructuring plans when circumstances are this dire.

“The administrators will investigate the affairs of the company and report to creditors in due course. The first creditors meeting will be held on 6 August.”

Taylor Woodings said it would begin discussions with the Australian Council for Private Education and Training to discuss how best to help students affected.

It said students caught up in a similar situation in Victoria recently were able to transfer to another college .”

Janganlah berangapan bahwa luar negeri pasti benar dan pasti aman – jangan jangan anda tertipu karena tidak awas dan tidak kritis.

Enjoy aja !

Kategori: australia · kuliah di luar negeri · luar negeri tidak jadi jaminan
Ditandai: , , , , ,

kuliah di luar negeri – hati hati dalam memilih insitusi pendidikan dan konsultan pendidikan

September 29, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

kuliah di luar negeri konon katanya lebih bergengsi dan lebih bermutu daripada kuliah di dalam negeri .  Benar tidaknya paradigma di atas sulit dibuktikan karena Obama ternyata pernah mengecap pendidikan di Indonesia saat masih kecil dan ternyata hari ini menjadi presiden Amerika Serikat.

Pada dasarnya yang mau kuliah ke luar negeri umumnya menggunakan jasa konsultan pendidikan atau agen pendidikan. Disebut agen pendidikan karena sebenarnya mereka adalah perpanjangan tangan dari institusi pendidikan di luar negeri dalam menjual jatah porsi bangku untuk international student di institusi pendidikan tersebut.  Semua konsultan pendidikan atau agen pendidikan menjual embel embel “konsultasi gratis” .  Mungkinkah ada yang gratis ?  Agen pendidikan atau konsultan pendidikan  pada dasarnya hidup dari komisi yang diberikan oleh universitas/college/institusi pendidikan  yang diwakili dan komisi tersebut berasal dari uang kuliah yang anda bayarkan ke institusi pendidikan di luar negeri.  Hal ini menyebabkan tidak mungkin ada agen pendidikan yang bekerja dengan hati nurani secara murni tanpa embel embel komersial sehingga anda harus berhati-hati atas saran institusi pendidikan yang dipilih  . Umumnya konsultan pendidikan atau agen pendidikan yang memiliki banyak cabang pasti lebih besar biaya operasionalnya  sehingga embel embel komersial dalam memberikan saran lebih besar daripada hati nurani dan ada juga agen pendidikan yang bersifat waralaba dan si pewaralaba tentunya mau cepat balik modal dan untung sehingga embel embel komersial dalam memberikan saran adalah hal utama.

Soal konsultan pendidikan atau agen pendidikan memperoleh komisi dari uang kuliah yang anda bayarkan ke luar negeri dapat dibaca di tabloid kontan  edisi april 2009 :

http://kontan.realviewusa.com/default.aspx?iid=23802&startpage=page0000035

atau koran kontan edisi februari 2009 :

http://kontan.realviewusa.com/default.aspx?iid=21377&startpage=page0000024

agenpendidikan1

Jangan terkecoh dengan penawaran institusi pendidikan yang harganya murah , dapat membantu anda untuk cepat mendapatkan visa permanent resident / green card jika lulus .  Karena biasanya yang serba gampang itu pasti ada jebakannya . Hal ini dapat disimak di berita berikut yang terjadi di australia :

dari thewest.com.au :

Australia’s overseas education ‘a scam’

14th July 2009, 7:30 WST

Thousands of Indians are being enrolled in “dodgy” courses in Australia, while others are paying up to $20,000 for a good result in the International English Language Test System exam, an investigation into the overseas student industry has found.

Following a recent spate of attacks on Indian students in Australia, The Australian reports the nation’s $14-billion international education sector has turned into a recognised immigration racket.

Last week, police arrested three people in Punjab, the main feeder community for Indian students in Australia, for impersonation and forgery after they were caught sitting the IELTS exam for aspiring foreign students.

Other scams have involved operators across the Punjab arranging “contract marriages” for aspiring migrants to partners who have passed the mandatory English test for a student visa.

For an additional fee, agents have arranged bank documents and loans to satisfy Australian immigration law that demands students have the means to support themselves for the duration of their course, the newspaper says.

There are 500,000 international students living in Australia. Of these, 20 per cent are Indian.

Universities on average rely on international students for 15 per cent of their revenue.”

Intinya jangan percaya dengan kata “  gratis ” , ” murah ” dan ” cepat”.  Lakukan survey terlebih dahulu via mbah “google” atau dengan alumni yang sudah lulus dan sudah sukses .

Enjoy aja !

Kategori: australia · kuliah di luar negeri · luar negeri tidak jadi jaminan
Ditandai: , , , , , , , ,

kuliah di australia ? Bisa jadi ijazah sarjana anda disamakan dengan D3 di Indonesia

September 29, 2009 · & Komentar

jika anda mau kuliah di australia dan berencana bekerja di BUMN atau menjadi pegawai negeri di Indonesia , maka anda harus berhati hati , karena bisa jadi ijazah sarjana dari Australia dianggap hanya setara dengan D 3 di Indonesia. Ini cuplikan beritanya dari kompas.com :

KOTA BRISBANE, kompas..com – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) memprotes kebijakan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) RI yang menyetarakan ijazah lulusan sebagian besar program Sarjana (S-1) perguruan tinggi di Australia dengan diploma tiga (D3) di Indonesia.

Sikap PPIA terhadap Pedoman Penilaian Ijazah Perguruan Tinggi di Australia yang dikeluarkan oleh Dikti RI itu disampaikan oleh Mohamad Fahmi, ketua umum (demisioner) organisasi PPIA, dalam pernyataan persnya, Senin (3/8).

Fahmi mengatakan, para mahasiswa program sarjana (undergraduate) Indonesia di Australia merasa dirugikan oleh kebijakan Dikti tentang sistem penyetaraan ijazah pendidikan tersebut.

“Daftar penyetaraan Dikti ini tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesetaraan dan cenderung asal-asalan,” kata mahasiswa program doktor di Universitas La Trobe Melbourne itu.

Kebijakan ini, kata dia, dikeluhkan banyak mahasiswa Indonesia di Australia. Khususnya, pada mahasiswa mereka yang setelah lulus ingin bekerja di lembaga pemerintah dan non-pemerintah di dalam negeri yang mengharuskan penyetaraan ijazah oleh Dikti. Padahal, tambah Fahmi, di Australia ijazah S1 sudah disetarakan berdasarkan standar “Australian Qualification Framework”.

Fahmi mengatakan, kualitas lulusan tingkat sarjana yang ditempuh dalam durasi waktu tiga atau empat tahun di Australia itu sebenarnya tidak berbeda dengan tuntutan kualitas program sarjana di Indonesia. Hal itu seperti ditulis dalam Kepmendiknas No. 232/u/2000 Pasal 3 . “

Berhati hatilah memilih institusi pendidikan di Australia – jangan sampai impian jadi pegawai negeri / BUMN di Indonesia gagal karena salah pilih.

Enjoy aja !

Kategori: australia · kuliah di luar negeri · luar negeri tidak jadi jaminan
Ditandai: , , , , , ,

Dirgahayu RI ke 64 – video penyanyi yang mengharumkan nama Indonesia

Agustus 8, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

video ini patut anda tonton karena anda akan melihat bagaimana Sandhy Sondoro menguasai teknik vokal dan juga lafal bahasa Inggris dengan sangat bagus sehingga mendapatkan skor “perfect” dari juri . Anda tentunya berharap hal yang sama jika anda belajar bahasa inggris dan harus menghadapi tes bahasa inggris atau menggunakan bahasa inggris di depan publik.  Enjoy aja |

Kategori: ebook english · luar negeri tidak jadi jaminan · selamat datang
Ditandai: ,

Orang bule belum tentu pintar dan benar

Februari 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kita di Indonesia terkadang sangat segan kepada orang bule karena mengira mereka lebih pintar dan lebih benar dari pada kita.  Hal ini menyebabkan kita mengira bahwa sekolah di luar negeri pasti akan lebih sukses daripada sekolah di dalam negeri . Hal ini adalah paradigma yang berkembang di masyarakat. Jawabannya :  Orang bule adalah manusia biasa seperti kita . Ada yang pintar dan ada yang bodoh. Ada yang sok pintar tapi sebenarnya bodoh . Sukses atau tidaknya seseorang tergantung diri orang tersebut.

ashville

Cerita kebakaran di Australia Selatan – Victoria yang menghanguskan satu kota wisata yakni Marysville dan kabarnya ada 2 WNI ikut menjadi korban ternyata diakibatkan terlalu bodohnya  orang Australia dan juga terlalu pintarnya pemerintah Australia dalam menerapkan peraturan .  Warga Australia dilarang menebang pohon jika berjarak lebih dari 6 meter dari rumahnya dan  prosedur yang disosialisasikan  jika terjadi kebakaran hutan adalah  tinggal di  rumah dan tidak melarikan diri . Hasilnya adalah ratusan orang mati karena mengikuti prosedur ini . Hal ini menunjukkan bule Australia itu saking patuhnya mengikuti peraturan atau mungkin saking bodohnya mengikuti peraturan .

Cuplikan berita ini dapat anda klik di :

http://www.timesonline.co.uk/tol/news/world/article5728987.ece

Ada satu bule Australia yakni  Mr. Sheahan mencoba menebang pohon yang berjarak lebih dari 6 meter dari rumahnya di dalam kawasan properti miliknya dan dia dituntut dipengadilan serta kalah dan menghabiskan dana ratusan ribu dolar padahal di atas properti dia ada ribuan pohon dan dia menebang sekitar 200 pohon untuk menghindari bahaya api. Hal ini terjadi dua tahun yang lalu.  Hasilnya pada saat kebakaran besar di Victoria , Australia kemarin , rumahnya adalah satu satunya rumah yang tidak terbakar dalam radius dua kilometer .

Cuplikan berita :

http://www.smh.com.au/national/fined-for-illegal-clearing-family-now-feel-vindicated-20090212-85bd.html?page=-1

Kategori: luar negeri tidak jadi jaminan
Ditandai: , ,